Rabu, 20 Juni 2012

Intimacy


1.         Definisi Intimacy
              Sternberg (dalam Papalia, 2004) intimacy adalah komponen emosi dari cinta yang meliputi perasaan dengan orang lain, seperti perasaan hangat, sharing, dan kedekatan emosi serta mengandung pengertian sebagai elemen afeksi yang mendorong individu untuk selalu melakukan kedekatan emosional dengan orang yang dicintainya. Menurut Baur and Crooks (2008) Intimacy juga merupakan salah satu upaya untuk membantu orang lain, keterbukaan dalam sharing, bertukar pikiran, dan merasakan sedih ataupun senangnya dengan seseorang yang dicintainya. Bentuk-bentuk intim yaitu dari persaudaraan, persahabatan dan percintaan. Pertama persaudaraan yaitu  hubungan intim yang terhadap saudara didasarkan adanya hubungan darah. Pada persaudaraan itu di dalamnya terkandung keakraban. Kehidupan bersama tersebut memungkinkan segala hubungan terjadi, misalanya keakraban, kedekatan, dan interaksi.
              Baumgardner dan Clothers dalam Hanurawan, (2010). Keintiman adalah suatu konsep yang mengacu pada perasaan kedekatan atau perasaan keterhubungan diantara dua orang. Perasan-perasaan itu seperti pada fenomena seseorang memikirkan kesejahteraan orang lain, pemahaman timbal balik dengan orang lain, dan kemampuan berbagi (sharring) dengan orang lain. Dalam keintiman, orang yang melakukan interaksi sosial pada suatu hubungan cinta menjadi saling memahami diantara kedua belah pihak dan terdapat fenomena kehangatan afeksi diantara kedua belah pihak.
              Berdasarkan teori di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan intimasi adalah suatu hubungan timbal balik antar individu, yang terwujud dengan saling berbagi perasaan dan pikiran yang mendalam, saling membuka diri serta menerima dan menghargai satu sama lain.

2.         Dimensi Intimasi
a.         Intensity
b.        Commitment
c.         Emotion
d.        Sexuality
e.         Gender

3.         Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keintiman
                                 Atwater, (1983) mengatakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keintiman, yaitu :
a.         Saling terbuka
Saling berbagi pikiran dan perasaan yang dalam, serta rasa saling percaya diperlukan untuk membina dan mempertahankan keintiman.
b.        Kecocokan pribadi
Adanya kesamaan atau kemiripan latar belakang, kebudayaan, pendidikan dan persamaan lain yang membuat pasangan memiliki kecocokan. Meskipun begitu, beberapa perbedaan pasti akan muncul di dalam suatu hubungan, maka yang terpenting adalah bagaimana mengatasinya. Dengan demikian, bukan tidak mungkin dengan adanya perbedaan individu tidak dapat melengkapi satu sama lain.
c.         Penyesuaian diri dengan pasangan
Berusaha mengerti pandangan pasangan, memahami sikap dan perasaan pasangan. Dalam hal ini ditekankan pentingnya berkomunikasi secara efektif, yaitu kemampuan untuk mendengarkan secara efektif dan memberikan respon dengan cara tidak mengadili. Hal ini akan menciptakan rasa saling percaya dan penerimaan pada pasangan


4.         Gaya Interaksi yang Intim
                     Orang dewasa menunjukkan gaya interaksi intim yang berbeda-beda. Orlofsky (dalam Santrock, 2004) membuat klasifikasi yang terdiri atas lima gaya hubungan yang intim :
a.         Gaya yang intim (intimate style)
Individu membentuk dan memelihara satu atau lebih hubungan cinta yang mendalam dan lama.
b.        Gaya pra-intim (preintimate style)
Individu menunjukkan emosi yang tercampur aduk mengenai komitmen, suatu ambivalensi yang tercermin dalam strategi menawarkan cinta tanpa kewajiban atau ikatan yang tahan lama.
c.         Gaya yang stereotip (stereotyped style)
Individu memiliki hubungan artificial yang senderung didominasi oleh ikatan persahabatan dengan orang yang berjenis kelamin sama daripada yang berjenis kelamin yang berlawanan.
d.        Gaya intim yang semu (pseudointimate style)
Individu memelihara attachment seksual dalam waktu yang lama dengan kadar kedekatan yang sedikit atau tidak dalam.
e.         Gaya yang mandiri (isolated style)
Individu menarik diri dari perjumpaan sosial dan memiliki attachment yang sedikit atau tidak sama sekali dengan individu yang berjenis kelamin sama atau yang berlawanan.

5.         Tahapan-tahapan Perkembangan Intimasi
                     Menurut Crooks & baur, (1983) ada beberapa tahapan perkembangan terjadinya iintimasi, yaitu sebagai berikut :
a.         Penerimaan diri
Erikson dalam Crooks & Baur, (1983) percaya bahwa penerimaan diri yang positif adalah suatu persyaratan untuk suatu hubungan yang memuaskan. Dengan perasaan positif, individu yang dapat menerima diri dapat menjadi fondasi untuk menjalin intimasi di dalam hubungan.
b.        Saling berinteraksi
Bila ada interaksi yang berjalan di antara dua individu maka hal tersebut dapat menjadi dasar yang baik di dalam suatu hubungan yang positif.
c.         Memberi tanggapan
Jenis-jenis respon atau tanggapan tertentu, misalnya dengan individu saling mendengarkan, menegrti dan memahami pandangan maka kelestarian hubungan akan terjaga.
d.        Perhatian
Perhatian yang dicurahkan oleh individu dapat memotivasikan pasangan dan menjaga kesejahteraan hubungan.
e.         Rasa percaya
Dengan rasa percaya bahwa pasangan akan berlaku secara konsisten, berusaha untuk membina pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas hubungan, maka keutuhan hubungan akan selalu terjaga.
f.         Kasih sayang
Pengekspresian kasih sayang kepada pasangan dapat meningkatkan jalinan intimasi diantara pasangan.
g.        Kemampuan untuk bergembira bersama pasangan
Individu dapat mengutarakan kegembiraan dan kesenangan dengan cara menghabiskan waktu bersama bersenang-senang bersama.
h.        Berhubungan seksual
Kadang pasangan melakukan hal ini untuk penegekspresikan perasaannya. Namun bila pasangan melakukan hal tersebut tanpa melalui tahapan-tahapan sebelumnya maka akan terjadi perasaan kedekatan emosional diantara keduanya.

3 komentar:

  1. apa beda interaksi dengan intimasi mba???

    BalasHapus
    Balasan
    1. interaksi belum tentu intim, tetap intimasi sudah pasti melakukan interaksi :)

      Hapus
  2. kak, ada buku nya atwater tidak ?
    sebelumnya terima kasih y :)

    BalasHapus